Implementasi Surat Ali Imran Ayat 97, Pengertian dan Perbedaan Antara Haji dan Umroh

Tahukah Anda apa perbedaan antara haji dan umroh? Tak jarang orang tidak mampu menyebutkan apa perbedaan di antara kedua ibadah ini.
Ada dua kota di dunia yang tak pernah sepi dari aktivitas warga Negara asing di dalamnya dan selalu dikunjungi oleh jutaan orang: Mekah dan Madinah. Bagaimana tidak? Kedua kota tersebut berhubungan dengan penyelenggaraan ibadah haji yang secara anual pada satu waktu tertentu dan wajib dilakukan oleh setiap pemeluk agama Islam yang mampu melaksanakannya.

Ada pula ibadah umrah yang dilakukan juga di kota Mekah dan Madinah namun tanpa aturan waktu tertentu. Berangkat bersama travel umrah kepercayaan anda memang membuat anda lebih nyaman dalam beribadah. Maka tak heran jika kedua kota ini tak pernah libur dikunjungi oleh orang-orang dari belahan dunia mana pun.

Kalau begitu, apa tepatnya haji dan umrah itu? Mengapa harus dilakukan khusus di Mekah dan Madinah? Lantas, apa yang menjadikan haji berbeda dari umrah jika tempat pelaksanaannya sama? Mari simak penjelasan berikut tentang pengertian dan perbedaan antara haji dan umrah, yuk!

Pengertian Ibadah Haji

Melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu merupakan rukun Islam yang kelima setelah mengucap dua kalimat syahadat, mengerjakan salat, mengeluarkan zakat, dan berpuasa di bulan Ramadan.

Haji sendiri secara bahasa berarti al-qoshdu yang mempunyai makna berkunjung ke tempat yang dimuliakan. Sedangkan secara istilah, haji bisa dimaknai sebagai serangkaian ibadah yang ditunaikan pada waktu tertentu dengan tata-laksana tertentu pula sebagai bentuk ketaatan pada Allah Swt. dan mengharap rida-Nya. Jadi perlu diingat, ketika berhaji, jamaah harus fokus untuk beribadah, bukan memikirkan oleh-oleh ataupun berbelanja.

Dalam setahun, ibadah haji hanya dapat dilaksanakan sekali saja pada tanggal 9 Zulhijah menurut penanggalan kalender Hijriah, yakni bertepatan pada Hari Raya Idula dha. Oleh sebab itu, Hari Raya Idul adha dikenal juga dengan sebutan Lebaran Haji.

Ada empat syarat yang harus dipenuhi dalam melaksanakan ibadah haji. Keempat syarat tersebut adalah sebagai berikut.

1. Beragama Islam,

2. Mukalaf atau berakal dan balig. Seseorang dikatakan balig jika ia sudah mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah,

3. Orang merdeka atau tidak berstatus sebagai budak. Beruntungnya, sudah tak ada lagi perbudakan di Indonesia sehingga bisa dipastikan semua calon jamaah haji asal Indonesia adalah orang merdeka.

4. Mampu atau kuasa melaksanakan ibadah haji sendiri. Secara spesifik, makna mampu meliputi kuatnya fisik, adanya kendaraan untuk dipakai pulang dan pergi, adanya keamanan dalam perjalanan, cukupnya perbekalan sepanjang menuntaskan ibadah haji, dan ikut sertanya mahram bagi jamaah wanita.

Pengertian Ibadah Umrah

Ibadah umrah bisa dikatakan hampir sama dengan ibadah haji, hanya saja tak ada aturan yang mengikat tentang waktu pelaksanaannya dan ada beberapa rangkaian ibadah dan tata cara dalam berumroh yang berbeda dengan ibadah haji. Hukum pengerjaan ibadah umrah adalah sunah, yang berarti tidak harus dilakukan.

Istilah Dalam Ibadah Haji dan Umroh

Sebelum beranjak pada pembahasan tentang perbedaan antara ibadah haji dengan umrah, ada baiknya jika kita mengenal pengertian dari beberapa istilah berikut.

Ihram

Ihram adalah keadaan seeorang di mana ia telah berniat untuk berhaji atau umrah.

Miqat

Miqat merupakan batas-batas yang telah ditentukan untuk memulai ibadah haji.

Wukuf

Wukuf adalah berdiam diri di padang Arafah mulai dari terbenam matahari tanggal 9 Zulhijah hingga terbit fajar tanggal 10 Zulhijah.

Tawaf

Tawaf artinya mengelilingi Kakbah, dilakukan sebanyak tujuh kali.

Tawaf wada

Tawaf wada adalah tawaf yang dilakukan setelah usai menunaikan ibadah haji. Tawaf ini dilaksanakan sebelum meninggalkan kota Mekah.

Sai.

Sai adalah berjalan kaki atau berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali bolak-balik dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah.

Tahalul

Tahalul adalah mencukur rambut minimal tiga helai.

Jamrah

Jamrah artinya tempat pelemparan.

Jamrah Ula

Jamrah ula adalah jamrah yang pertama.

Jamrah Wusta

Jamrah wusta adalah jamrah yang kedua.

Jamrah Aqabah

Jamrah Aqabah adalah jamrah yang ketiga.

Perbedaan antara ibadah haji dengan ibadah umrah

1. Waktu pelaksanaan

Pelaksanaan ibadah haji hanya setahun sekali sedangkan ibadah umrah dapat dilakukan setiap hari, kecuali tanggal 9 Zulhijah.

2. Lama pelaksanaan

Rangkaian kegiatan ibadah haji memakan waktu lebih lama jika dibandingkan dengan ibadah umrah. Diperlukan paling sedikit empat hari untuk menyelesaikan seluruh kegiatan dalam ibadah haji, sedangkan hanya butuh waktu dua hingga tiga jam untuk melakukan ibadah umrah.

Hal ini dikarenakan yang dilakukan saat ibadah umrah lebih sederhana, yaitu hanya ihram, tawaf, sai, dan tahalul, setelah itu selesai.

3. Hukum pelaksanaan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ibadah haji bersifat wajib sedangkan ibadah umrah bersifat sunnah. Setiap muslim dan muslimah yang mampu secara finansial dan memiliki fisik yang kuat, wajib melaksanakan ibadah haji yang cukup dilakukan sekali dalam seumur hidup.

4. Tujuan pelaksanaan

Tujuan dilaksanakannya ibadah haji adalah semata karena ia perintah dari Allah Swt. yang tertuang dalam kitab suci Alquran surat Ali Imran ayat 97. Arti ayat tersebut adalah sebagai berikut.

“Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”

Sedangkan ibadah umrah dilakukan dengan maksud untuk mendekatkan diri pada Allah Swt. Dalam sebuat hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah saw. bersabda:

“Haji adalah fardhu sedangkan umrah adalah ‘tatawwu’.”

Tatawwu artinya tidak diwajibkan, akan tetapi sangat baik dilakukan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah Swt.

5. Rukun ibadah

Rukun ibadah haji ada enam, yakni ihram, wukuf, tawaf, sai, tahalul, dan tertib. Sedangkan rukun ibadah umrah hanya empat, yakni ihram, tawaf, sai, dan tahalul.

6. Wajib ibadah

Perbedaan antara ibadah haji dengan umrah, selanjutnya terletak pada wajib ibadahnya. Adapun wajib haji terdiri dari enam kegiatan, yaitu berihram yang disertai dengan niat, bermalam di Muzdalifah, melontar tiga jamrah (Jamrah Ula, Jamrah Wusta, dan Jamrah Aqabah), bermalam di Mina, tawaf wada, dan menjauhkan diri dari yang dilarang dalam ihram.

Termasuk yang dilarang saat ihram meliputi mengenakan pakaian berjahit dan menutup kepala bagi jamaah pria, menutup muka bagi jamaah wanita, memakai wewangian, memotong kuku, bersetubuh, mengadakan akad nikah, mencabut bulu badan, dan juga berburu hewan.

Sementara wajib umrah hanya ada dua, yaitu ihram dari miqat dan menjauhkan diri dari larangan-larangan ihram.

7. Tempat pelaksanaan

Tempat yang harus dikunjungi dalam rangkaian ibadah haji adalah Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sedangkan ibadah umrah hanya ditunaikan di sekitar Masjidil Haram saja.

Yang perlu digarisbawahi dari artikel pengertian dan perbedaan antara haji dan umroh ini adalah ibadah haji wajib ditunaikan bagi yang mampu, yang telah dijelaskan artinya dengan spesifik dalam syarat wajib haji. Dengan kata lain, tidak ada paksaan untuk berhaji bagi yang belum mampu secara fisik dan finansial.

Semoga artikel ini dapat membantu!

Leave a Comment