Perlengkapan Untuk Persiapan Umrah yang Mesti Anda Ketahui

Artikel ini akan membahas secara detail tentang berbagai macam perlengkapan untuk persiapan umrah yang sebaiknya Anda bawa serta. Namun sebelumnya, kami hadirkan tips khusus agar Anda terhindar dari beban berlebih. Meskipun anda nanti akan berangkat dengan dibimbing oleh biro travel umrah kepercayaan anda, namun tetap ada beberapa hal yang perlu anda urus sendiri. Sehingga Anda tentu tidak mau mengambil risiko kerepotan dalam mengurusi barang bawaan di saat Anda semestinya fokus pada ibadah, bukan?

Ibadah umrah merupakan salah satu ibadah yang membutuhkan persiapan yang benar-benar matang. Selain biaya dan kesehatan fisik yang baik, tentunya Anda juga harus menyiapkan barang-barang yang akan digunakan selama menjalankan ibadah. Jika Anda berencana akan pergi umrah dalam waktu dekat, maka Anda sedang membaca artikel yang tepat.

Tips Khusus Buat Kamu Agar Barang Bawaan Lebih Ringkas

  1. Cari tahu musim apa yang sedang berlaku di Mekah saat jadwal umrah Anda akan dilaksanakan. Hanya ada dua musim di sana, yaitu musim dingin dan musim panas. Dengan mencari tahu terlebih dahulu, Anda dapat menyesuaikan perlengkapan dan barang apa saja yang akan dibawa, sehingga terhindar dari kelebihan beban bagasi.
  2. Pastikan pula berapa lama Anda akan berada di sana. Setelah itu, sesuaikan jumlah pakaian dengan jumlah lamanya hari. Kekurangan atau kelebihan pakaian akan menjadi masalah bagi Anda.
  3. Bagi perlengkapan umrah Anda menjadi tiga bagian berdasarkan pemakaian:
  • Bagian pertama adalah perlengkapan yang pasti Anda gunakan selama dalam perjalanan, seperti telepon genggam, dompet, dan Alquran. Masukkan perlengkapan ini ke dalam tas kecil atau tas pinggang, sehingga mudah dibawa.
  • Bagian kedua adalah perlengkapan yang hanya Anda gunakan setibanya Anda di tanah suci, misalnya kain ihram, pakaian ganti, dan perlengkapan mandi. Kemasi seluruhnya dalam satu koper besar. Koper ini yang akan Anda daftarkan untuk masuk bagasi pesawat. Maka, pastikan benar-benar bahwa perlengkapan yang ada dalam koper adalah perlengkapan yang tidak akan Anda perlukan selama di perjalanan.
  • Bagian ketiga adalah perlengkapan yang sesekali akan Anda butuhkan selama di pesawat. Contohnya adalah makanan ringan, minuman, dan obat-obatan pribadi. Masukkan semuanya dalam tas ransel atau tas punggung. Tas ini yang nantinya akan Anda masukkan dalam kabin pesawat.

Nah, kini saatnya Anda mengemasi perlengkapan umrah ke dalam tiga bagian sesuai dengan tips di atas, ya. Agar tidak bingung, berikut adalah daftar pengelompokkan barang bawaan sesuai dengan pemakaiaannya.

Perlengkapan yang pasti digunakan dalam perjalanan Umrah:

  1. Paspor. Ini merupakan barang pertama yang harus masuk dalam tas Anda. Jika terlupa, maka Anda tidak akan bisa melakukan perjalanan ke luar negeri,
  2. Dompet,
  3. Ponsel. Pastikan dalam keadaan mati saat Anda melakukan penerbangan,
  4. Alas kaki yang nyaman. Anda akan melakukan perjalanan jauh dari tanah air menuju tanah suci selama berjam-jam dengan pesawat. Sangat penting bagi Anda untuk tetap merasa nyaman sejak berangkat hingga tiba di tujuan. Untuk itu, kenakan alas kaki yang nyaman, empuk, dan tidak membuat pegal telapak kaki Anda,
  5. Buku catatan dan pulpen atau alat tulis lain. Gunanya untuk mencatat nama hotel tempat Anda menginap dan nomor-nomor penting, seperti nomor telepon hotel, nomor telepon biro perjalanan ibadah umrah Anda, nomor telepon teman sekamar jika ada, dan lain-lain.
    Perlu juga mencatat nomor telepon di buku catatan selain menyimpannya dalam ponsel. Buku catatan berfungsi sebagai cadangan kalau-kalau baterai ponsel Anda habis.

Perlengkapan umrah yang hanya dipakai saat di tanah suci:

Meskipun anda sudah mengetahui tentang pengertian haji dan umrah serta tata caranya, hal itu perlu dilengkapi dengan pengetahuan perlengkapan apa saja yang perlu dibawa ketika umroh. Pada bagian ini, daftar perlengkapan dibagi lagi menjadi dua, yaitu daftar perlengkapan untuk pria dan daftar perlengkapan untuk wanita.

Perlengkapan umrah untuk laki-laki:

  1. 2 set kain ihram. 1 set untuk Anda gunakan, sedangkan 1 set sisanya sebagai cadangan jika yang Anda pakai terkena najis atau kotor,
  2. Baju koko atau baju batik untuk digunakan saat berziarah, ke masjid, atau tur,
  3. Celana berbahan kain yang pengemasannya lebih ringkas dan penggunaannya lebih nyaman dibanding celana berbahan jin,
  4. Sabuk haji atau tas pinggang. Gunanya untuk mengikat kain ihram dan menyimpan uang,
  5. Sarung untuk salat. Namun sarung bisa ditinggal jika Anda memilih untuk mengenakan celana panjang saja untuk salat,
  6. Pakaian ganti secukupnya untuk tidur sesuai dengan jumlah hari selama Anda umrah. Sekalipun dipakai hanya saat tidur, tapi pastikan bahwa pakaian Anda tetap sopan mengingat kemungkinan Anda akan sekamar dengan orang lain,
  7. Pakaian dalam secukupnya,
  8. Perlengkapan mandi. Hotel tempat Anda menginap tentunya sudah menyediakan toiletris untuk Anda gunakan, tapi tak ada salahnya berjaga-jaga dengan membawa milik sendiri,
  9. Perlengkapan gawai Anda, seperti charger atau earphone,
  10. Obat-obatan pribadi, terlebih jika Anda memiliki penyakit seperti sakit Asma atau lainnya,
  11. Kantung plastik untuk menyimpan alas kaki di dalam masjid. Karena jumlah rak yang disediakan di dalam masjid terbatas, sebaiknya Anda siapkan tempat penyimpanan sendiri agar barang milik Anda tetap aman. Kantung plastik ini juga mencegah Anda lupa menyimpan barang bawaan di rak yang mana,
  12. Kacamata hitam jika diperlukan, karena kebanyakan aktivitas Anda dilakukan pada siang hari yang cukup panas dan menyilaukan,
  13. Pelembab kulit untuk mencegah kulit menjadi kering,
  14. Sajadah berbahan tipis. Umumnya sudah tersedia sajadah di dalam masjid, sehingga Anda tidak perlu membawa sajadah yang tebal
  15. Kaus kaki tebal, dan
  16. Masker mulut dan hidung.

Perlengkapan umrah untuk perempuan:

Secara umum perlengkapan umrah untuk perempuan sama dengan laki-laki. Perbedaannya terletak hanya pada pakaian saja. Berikut daftar lengkapnya.

  1. Bergo atau kerudung instan seragam yang didapat dari biro perjalanan umrah Anda,
  2. Gamis, rok, atau kulot lebar. Sebaiknya tidak memakai celana terlebih lagi yang semput,
  3. Atasan mukena untuk dikenakan saat ihram,
  4. Pakaian ganti secukupnya untuk tidur,
  5. Pakaian dalam secukupnya,
  6. Toiletris,
  7. Perlengkapan gawai,
  8. Obat-obatan pribadi,
  9. Kantung plastik untuk menyimpan alas kaki dalam masjid. Anda dapat meletakkannya dekat dengan tempat Anda salat agar memudahkan menjangkau barang-barang bawaan Anda,
  10. Kacamata hitam bila dibutuhkan,
  11. Pelembab kulit,
  12. Sajadah berbahan tipis. Sajadah ini bisa Anda gunakan untuk melindungi kepala Anda dari panasnya matahari,
  13. Kaus kaki berbahan tebal, dan
  14. Masker mulut dan hidung.

Perlengkapan umrah yang dipakai sesekali selama di perjalanan

  • Alquran atau buku kumpulan doa-doa umrah,
  • Gawai selain ponsel,
  • Peralatan salat. Jika Anda merasa sudah mengenakan pakaian yang suci dari najis dan menutup seluruh aurat Anda sehingga tidak memerlukan mukena atau sarung saat salat, maka sebaiknya peralatan salat Anda masukkan dalam koper yang disimpan dalam bagasi pesawat untuk meringankan bawaan Anda.
  • Makanan dan minuman ringan secukupnya. Untuk Anda ketahui, cairan yang boleh Anda bawa dalam pesawat adalah cairan yang volumenya tidak melebihi 100 ml,
  • Obat-obatan pribadi secukupnya, seperti minyak kayu putih, balsam, atau obat anti mabuk,
  • Peralatan kebersihan tubuh, seperti sabun muka, sikat gigi, dan pasta gigi.

Demikian daftar menyeluruh dari perlengkapan untuk persiapan umroh. Semoga daftar perlengkapan umrah dalam artikel ini bisa membantu Anda.

Selamat menunaikan ibadah umrah!

Implementasi Surat Ali Imran Ayat 97, Pengertian dan Perbedaan Antara Haji dan Umroh

Tahukah Anda apa perbedaan antara haji dan umroh? Tak jarang orang tidak mampu menyebutkan apa perbedaan di antara kedua ibadah ini.
Ada dua kota di dunia yang tak pernah sepi dari aktivitas warga Negara asing di dalamnya dan selalu dikunjungi oleh jutaan orang: Mekah dan Madinah. Bagaimana tidak? Kedua kota tersebut berhubungan dengan penyelenggaraan ibadah haji yang secara anual pada satu waktu tertentu dan wajib dilakukan oleh setiap pemeluk agama Islam yang mampu melaksanakannya.

Ada pula ibadah umrah yang dilakukan juga di kota Mekah dan Madinah namun tanpa aturan waktu tertentu. Berangkat bersama travel umrah kepercayaan anda memang membuat anda lebih nyaman dalam beribadah. Maka tak heran jika kedua kota ini tak pernah libur dikunjungi oleh orang-orang dari belahan dunia mana pun.

Kalau begitu, apa tepatnya haji dan umrah itu? Mengapa harus dilakukan khusus di Mekah dan Madinah? Lantas, apa yang menjadikan haji berbeda dari umrah jika tempat pelaksanaannya sama? Mari simak penjelasan berikut tentang pengertian dan perbedaan antara haji dan umrah, yuk!

Pengertian Ibadah Haji

Melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu merupakan rukun Islam yang kelima setelah mengucap dua kalimat syahadat, mengerjakan salat, mengeluarkan zakat, dan berpuasa di bulan Ramadan.

Haji sendiri secara bahasa berarti al-qoshdu yang mempunyai makna berkunjung ke tempat yang dimuliakan. Sedangkan secara istilah, haji bisa dimaknai sebagai serangkaian ibadah yang ditunaikan pada waktu tertentu dengan tata-laksana tertentu pula sebagai bentuk ketaatan pada Allah Swt. dan mengharap rida-Nya. Jadi perlu diingat, ketika berhaji, jamaah harus fokus untuk beribadah, bukan memikirkan oleh-oleh ataupun berbelanja.

Dalam setahun, ibadah haji hanya dapat dilaksanakan sekali saja pada tanggal 9 Zulhijah menurut penanggalan kalender Hijriah, yakni bertepatan pada Hari Raya Idula dha. Oleh sebab itu, Hari Raya Idul adha dikenal juga dengan sebutan Lebaran Haji.

Ada empat syarat yang harus dipenuhi dalam melaksanakan ibadah haji. Keempat syarat tersebut adalah sebagai berikut.

1. Beragama Islam,

2. Mukalaf atau berakal dan balig. Seseorang dikatakan balig jika ia sudah mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah,

3. Orang merdeka atau tidak berstatus sebagai budak. Beruntungnya, sudah tak ada lagi perbudakan di Indonesia sehingga bisa dipastikan semua calon jamaah haji asal Indonesia adalah orang merdeka.

4. Mampu atau kuasa melaksanakan ibadah haji sendiri. Secara spesifik, makna mampu meliputi kuatnya fisik, adanya kendaraan untuk dipakai pulang dan pergi, adanya keamanan dalam perjalanan, cukupnya perbekalan sepanjang menuntaskan ibadah haji, dan ikut sertanya mahram bagi jamaah wanita.

Pengertian Ibadah Umrah

Ibadah umrah bisa dikatakan hampir sama dengan ibadah haji, hanya saja tak ada aturan yang mengikat tentang waktu pelaksanaannya dan ada beberapa rangkaian ibadah dan tata cara dalam berumroh yang berbeda dengan ibadah haji. Hukum pengerjaan ibadah umrah adalah sunah, yang berarti tidak harus dilakukan.

Istilah Dalam Ibadah Haji dan Umroh

Sebelum beranjak pada pembahasan tentang perbedaan antara ibadah haji dengan umrah, ada baiknya jika kita mengenal pengertian dari beberapa istilah berikut.

Ihram

Ihram adalah keadaan seeorang di mana ia telah berniat untuk berhaji atau umrah.

Miqat

Miqat merupakan batas-batas yang telah ditentukan untuk memulai ibadah haji.

Wukuf

Wukuf adalah berdiam diri di padang Arafah mulai dari terbenam matahari tanggal 9 Zulhijah hingga terbit fajar tanggal 10 Zulhijah.

Tawaf

Tawaf artinya mengelilingi Kakbah, dilakukan sebanyak tujuh kali.

Tawaf wada

Tawaf wada adalah tawaf yang dilakukan setelah usai menunaikan ibadah haji. Tawaf ini dilaksanakan sebelum meninggalkan kota Mekah.

Sai.

Sai adalah berjalan kaki atau berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali bolak-balik dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah.

Tahalul

Tahalul adalah mencukur rambut minimal tiga helai.

Jamrah

Jamrah artinya tempat pelemparan.

Jamrah Ula

Jamrah ula adalah jamrah yang pertama.

Jamrah Wusta

Jamrah wusta adalah jamrah yang kedua.

Jamrah Aqabah

Jamrah Aqabah adalah jamrah yang ketiga.

Perbedaan antara ibadah haji dengan ibadah umrah

1. Waktu pelaksanaan

Pelaksanaan ibadah haji hanya setahun sekali sedangkan ibadah umrah dapat dilakukan setiap hari, kecuali tanggal 9 Zulhijah.

2. Lama pelaksanaan

Rangkaian kegiatan ibadah haji memakan waktu lebih lama jika dibandingkan dengan ibadah umrah. Diperlukan paling sedikit empat hari untuk menyelesaikan seluruh kegiatan dalam ibadah haji, sedangkan hanya butuh waktu dua hingga tiga jam untuk melakukan ibadah umrah.

Hal ini dikarenakan yang dilakukan saat ibadah umrah lebih sederhana, yaitu hanya ihram, tawaf, sai, dan tahalul, setelah itu selesai.

3. Hukum pelaksanaan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ibadah haji bersifat wajib sedangkan ibadah umrah bersifat sunnah. Setiap muslim dan muslimah yang mampu secara finansial dan memiliki fisik yang kuat, wajib melaksanakan ibadah haji yang cukup dilakukan sekali dalam seumur hidup.

4. Tujuan pelaksanaan

Tujuan dilaksanakannya ibadah haji adalah semata karena ia perintah dari Allah Swt. yang tertuang dalam kitab suci Alquran surat Ali Imran ayat 97. Arti ayat tersebut adalah sebagai berikut.

“Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”

Sedangkan ibadah umrah dilakukan dengan maksud untuk mendekatkan diri pada Allah Swt. Dalam sebuat hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah saw. bersabda:

“Haji adalah fardhu sedangkan umrah adalah ‘tatawwu’.”

Tatawwu artinya tidak diwajibkan, akan tetapi sangat baik dilakukan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah Swt.

5. Rukun ibadah

Rukun ibadah haji ada enam, yakni ihram, wukuf, tawaf, sai, tahalul, dan tertib. Sedangkan rukun ibadah umrah hanya empat, yakni ihram, tawaf, sai, dan tahalul.

6. Wajib ibadah

Perbedaan antara ibadah haji dengan umrah, selanjutnya terletak pada wajib ibadahnya. Adapun wajib haji terdiri dari enam kegiatan, yaitu berihram yang disertai dengan niat, bermalam di Muzdalifah, melontar tiga jamrah (Jamrah Ula, Jamrah Wusta, dan Jamrah Aqabah), bermalam di Mina, tawaf wada, dan menjauhkan diri dari yang dilarang dalam ihram.

Termasuk yang dilarang saat ihram meliputi mengenakan pakaian berjahit dan menutup kepala bagi jamaah pria, menutup muka bagi jamaah wanita, memakai wewangian, memotong kuku, bersetubuh, mengadakan akad nikah, mencabut bulu badan, dan juga berburu hewan.

Sementara wajib umrah hanya ada dua, yaitu ihram dari miqat dan menjauhkan diri dari larangan-larangan ihram.

7. Tempat pelaksanaan

Tempat yang harus dikunjungi dalam rangkaian ibadah haji adalah Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sedangkan ibadah umrah hanya ditunaikan di sekitar Masjidil Haram saja.

Yang perlu digarisbawahi dari artikel pengertian dan perbedaan antara haji dan umroh ini adalah ibadah haji wajib ditunaikan bagi yang mampu, yang telah dijelaskan artinya dengan spesifik dalam syarat wajib haji. Dengan kata lain, tidak ada paksaan untuk berhaji bagi yang belum mampu secara fisik dan finansial.

Semoga artikel ini dapat membantu!

10 Macam Oleh-Oleh Umroh Terpopuler

Membawa oleh-oleh umroh atau haji, bisa dibilang telah menjadi kebiasaan di tanah air. Tak hanya untuk keluarga dan kerabat dekat, oleh-oleh juga diperuntukkan bagi sahabat dan lingkungan tempat tinggal.

Dengan kata lain, hal ini telah menjadi semacam tradisi untuk menjenguk seseorang yang pulang dari tanah suci, baik dalam rangka beribadah umrah maupun haji. Tujuannya selain untuk mendoakan agar ibadah haji atau umrah tersebut diterima oleh Allah Swt dan menjadi haji yang mabrur, juga agar para tamu mendapatkan motivasi untuk segera menyusul menunaikan ibadah mulia tersebut.

Para tamu kemudian disuguhi bermacam-macam makanan ringan khas Arab Saudi dan tentunya air zamzam. Lalu, ketika para tamu hendak pulang, tuan rumah akan menyertakan oleh-oleh bagi mereka. Ya, tradisi ini sudah wajar sekali ditemui di Indonesia. Tak ada paksaan dalam menyertakan oleh-oleh untuk para tamu. Pun tak ada pula paksaan menyertakan oleh-oleh yang wah.

Nah, artikel ini akan membahas tentang sepuluh macam oleh-oleh umrah yang sering sekali dibawa pulang oleh para jamaah asal Indonesia. Berikut daftarnya.

1. Kurma, pilihan oleh oleh umroh terpopuler

Kalau berangkat umrah, rasanya janggal jika tidak bersiap membawa perlengkapan umrah seperti pakaian ihram, demikian pula jika pulang dari haji ataupun umrah, rasanya aneh bin janggal jika membawa pulang kurma sebagai oleh-oleh untuk sanak famili di rumah. Seakan-akan kurma sudah menjadi komoditas ikutan pasca umrah atau haji. Oleh karenanya, sangat wajar jika kurma dinilai sebagai oleh-oleh umrah nomor satu paling dicari.

Alasan mengapa kurma sangat populer sebagai oleh-oleh umrah adalah karena pertama, orang Indonesia hanya dapat menikmati kurma sepuas hati pada bulan Ramadan. Di bulan ini, kurma berbagai jenis mudah ditemui terjual di banyak toko. Entah karena permintaan pasar yang menjadikan penawaran akan kurma itu tinggi atau malah sebaliknya.

Jelasnya, di luar bulan Ramadan, kurma akan sangat jarang dijumpai kecuali jika Anda mengunjungi kawasan pemukiman warga keturunan Arab. Karena itulah, momen kembalinya seseorang dari tanah suci menjadi momen kurma dapat dinikmati lagi selain di bulan puasa.

Alasan kedua adalah karena mengkonsumsi kurma merupakan sunah Nabi Muhammad Saw. yang tersebut dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari,

“Barangsiapa di pagi hari memakan tujuh butir kurma, maka ia tidak akan terkena racun dan sihir.”

Kabar baik bagi Anda yang menyukai kurma namun merasa kurma terlalu biasa untuk dijadikan oleh-oleh, kini ada variasi kurma yang unik, yaitu kurma Almond. Kurma Almond terdiri dari buah kurma yang bijinya dibuang dan diganti dengan kacang Almond. Anda dapat memberikan oleh-oleh unik ini pada keluarga Anda.

2. Air Zamzam, afdhalnya Oleh-oleh umroh

Oleh-oleh lain yang selalu diidentikkan dengan ibadah umrah adalah air zamzam. Ia wajib ada karena Anda tak dapat menemukannya di manapun jika tidak di tanah suci. Lagipula, entah kapan lagi bisa meneguk air yang sejarah kemunculan sumber mata airnya sangat fenomenal itu jika bukan dari oleh-oleh umrah.

Selain karena air zamzam merupakan air yang disebut-sebut dalam Alquran sebagai keajaiban karena mata airnya tidak akan pernah kering sampai kapan pun, air zamzam juga memiliki keutamaan dan khasiat. Di dalamnya terkandung zat-zat mineral yang sangat tinggi sehingga baik bagi kesehatan tubuh yang meminumnya.

3. Kismis, buah tangan umroh kesukaan anak-anak

Kismis adalah buah anggur yang dikeringkan yang juga lazim menjadi oleh-oleh umrah. Terdapat enam jenis yang biasa dijual sebagai buah tangan. Pertama, kismis jumbo yang berasal dari Chili atau Argentina. Ukurannya sangat besar, jauh melebihi ukuran kismis biasa. Kismis jumbo ini berwarna keemasan dan mengandung kadar antioksidan tinggi.

Kedua, kismis jumbo merah. Kismis jenis ini berukuran besar dan berwarna merah keemasan sehingga disebut kismis jumbo merah. Ia memiliki banyak kandungan mineral dan vitamin yang tubuh butuhkan, sehingga berkhasiat untuk kesehatan.

Ketiga, kismis simin. Kismis ini adalah jenis yang biasa digunakan sebagai campuran dalam masakan, seperti nasi kebuli misalnya. Keempat, kismis Turki. Seperti namanya, ia berasal dari Turki. Warnanya agak gelap dan berukuran sedang. Rasanya perpaduan antara manis dan asam sehingga biasa ditemui sebagai hiasan atau isian roti.

Kelima, kismis Iran. Kismis ini yang biasa dibeli oleh para jamaah umrah sebagai oleh-oleh. Ukurannya kecil dan berwarna keemasan. Terakhir, kismis hitam yang berasal dari Amerika. Kismis jenis ini yang biasanya digunakan sebagai topping roti dan kue kering.

Kismis rupanya juga memiliki banyak manfaat. Selain sebagai bahan campuran makanan seperti yang telah disebutkan di atas, kismis juga dapat mengobati sembelit, mencegah gejala anemia, mencegah kanker, memperlancar peredaran darah dalam tubuh, dan berfungsi sebagai antioksidan.

4. Mukena, oleh-oleh umroh untuk ibu-ibu

Bukan hanya barang yang dapat dikonsumsi saja yang pantas menjadi oleh-oleh umrah, tapi juga barang bermanfaat lain seperti mukena sebagai alat salat. Model mukena bermacam-macam dan terbuat dari berbagai bahan, di antaranya mukena spandex, katun, polyester, serta parasut. Anda dapat memilihnya sesuai dengan selera dan anggaran.

5. Sajadah, bawaan sepulang umrah yang ringkas

Jika Anda ingin memberikan oleh-oleh yang simpel dan praktis, maka sajadah adalah pilihan yang tepat. Dengan harga yang lebih terjangkau daripada mukena, sajadah dapat menghemat anggaran belanja oleh-oleh Anda. Opsi motif dan warna sajadah sangat beragam sehingga Anda tak akan kesulitan mendapatkan yang Anda inginkan. Adanya sajadah yang dibeli di tanah suci ini juga merupakan opsi agar ketika kita di tanah air, bisa semakin khusyuk beribadah dan berdoa.

Baca Juga: Kumpulan Doa Ketika Umroh

6. Kopiah atau Peci, oleh-oleh populer walau juga tersedia di tanah air

Dalam memberikan barang sebagai oleh-oleh, ada baiknya Anda menilai sisi manfaatnya pula, sehingga oleh-oleh pemberian Anda akan bermanfaat bagi penerima. Seperti kopiah atau peci untuk laki-laki, misalnya. Kopiah atau peci ini sudah pasti akan bernilai manfaat karena sering dipakai sebagai penutup kepala saat salat. Terlebih lagi harganya sangat terjangkau.

7. Baju Khas Timur Tengah, cocok untuk sanak saudara

Biasa disebut gamis, baju khas timur tengah ini juga merupakan oleh-oleh umrah yang banyak dicari. Gamis tersedia dalam berbagai model, baik untuk pria maupun untuk wanita dan sangat cocok sebagai buah tangan untuk keluarga dan orang-orang terdekat Anda.

8. Kacang Arab, pas untuk ngemil sekeluarga

Kacang Arab jenis futsuk memiliki perpaduan rasa yang manis dan gurih serta dipercaya sangat bermanfaat bagi ibu-ibu hamil. Kacang Arab ini biasa terhidang untuk para tamu yang datang berkunjung.

Selain futsuk, ada pula kacang Almond dan kacang Arab jumbo. Kacang Almond lebih terkenal jika dibandingkan dengan kacang Arab jumbo, namun harganya lebih mahal.

9. Cokelat Arab, buah tangan kesenangan anak-anak

Rasa cokelat Arab tak kalah enak dengan cokelat kurma atau cokelat Almond, yaitu variasi olahan cokelat dengan mencelupkan buah kurma atau kacang Almond dalam cokelat leleh lalu membekukannya.

Cokelat Arab sangat cocok untuk anak-anak. Coba hidangkan cokelat ini untuk tamu Anda yang membawa anak kecil, pasti langsung habis seketika itu juga.

10. Kosmetik Arab

Kosmetik Arab berupa parfum, lipstik, celak pensil, dan lain-lain sudah mendapat tempat di hati dan meja rias para wanita dalam negeri. Maka, mengapa tak sekalian menjadikan kosmetik tersebut sebagai oleh-oleh untuk kerabat atau teman-teman wanita Anda? Mereka pasti dengan girang hati menerimanya.

Yang perlu diperhatikan dari membawa serta oleh-oleh adalah ada tidaknya ruang dalam koper atau tas Anda untuk menyimpan tambahan beban tersebut. Jika masih ada ruang yang cukup, maka tentu tak jadi masalah. Namun, jika koper Anda hanya cukup mewadahi sebanyak barang yang Anda bawa berangkat dari Indonesia, maka alangkah baiknya jika Anda tak usah memaksakan diri membawa oleh-oleh umrah.

Oleh-oleh umroh banyak tersedia di toko-toko di tanah air, baik toko online maupun toko offline. Anda dapat membelinya setelah kembali ke rumah. Memang pasti terdapat perbedaan antara membeli oleh-oleh di Mekah dengan di Indonesia. Tapi setidaknya, Anda tak harus mengalami masalah dengan beban bawaan, bukan?

Kumpulan Doa Selama Haji dan Umroh Yang Perlu Kamu Tahu

Doa adalah suatu permintaan yang bersifat baik terhadap Allah SWT, seperti memohon agar diberikan kesehatan, keselamatan, rezeki, dan keberkahan dalam menjalani hidup. Setiap muslim harus mau berdoa kepada Allah. Jika seorang muslim tidak mau berdoa, nanti bisa jatuh ke dalam kesombongan. Adanya doa, tidaklah menghilangkan keharusan seseorang berikhtiar. Justru doa dan ikhtiar, serta tawakal merupakan pasangan yang harus ada satu sama lain.

Salah satu waktu yang paling makbul ketika berdoa adalah ketika seseorang  sedang melakukan haji dan umroh. Dianjurkan untuk membaca doa selama haji dan umrah di tiap-tiap kegiatannya. Maka sangatlah tepat bagi anda jika memutuskan untuk berangkat berumrah bersama travel kepercayaan anda. Selama berumrah, Anda memang diperbolehkan melantunkan doa-doa lain semampunya. Namun alangkah baiknya jika Anda membaca doa sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Saw.

Jika Anda sedang mencari teks latin dari doa-doa tersebut, maka inilah artikel yang tepat. Karena artikel ini berisi tentang berbagai macam doa yang Anda butuhkan selama menunaikan ibadah haji dan umrah dalam bentuk teks latin. Teks doa pun sudah disesuaikan dengan literasi bahasa Indonesia agar memudahkan Anda membacanya saat diperlukan.

Adapun kegiatan-kegiatan yang dianjurkan untuk membaca doa di dalamnya antara lain adalah ketika berihram, saat masuk kota Mekah, ketika melihat Kakbah, saat melewati Hijir Ismail, saat tawaf mulai putaran pertama hingga putaran ketujuh, sebelum minum air zam-zam, dan lain-lain. Sangatlah penting untuk mengetahui tata cara umrah, namun mengetahui doa-doa yang dianjurkan ketika haji dan umrah juga tidak boleh dilewatkan. Berikut doa-doa yang dibaca selama haji dan umrah.

Doa-doa Yang Dibaca Selama Haji dan Umrah

1. Doa Ketika Sedang Ihram

اَللهُمَّ إِنِّىْ اُحَرِّمُ نَفْسِىْ مِنْ كُلِّ مَا حَرَّمْتَ عَلَى الْمُحْرِمِ فَارْحَمْنِىْ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allaahumma innii uharrimu nafsii min kulli maa harramta ‘alal muhrimi farhamnii yaa arhamarraahimiin.

2. Niat Haji dan Umrah

Jika Anda berniat menunaikan ibadah haji, bacalah:

لَبَّيْكَ اللهُمَّ حَجًّا

Labbaykallaahumma hajjan.

Sedangkan jika Anda berniat menunaikan ibadah umrah, bacalah:

لَبَّيْكَ اَللَّهُمَّ عُمْرَةً

Labbaykallaahumma ‘umratan.

3. Bacaan Talbiah

Bacaan Talbiah ini hendaklah dibaca sebanyak-banyaknya selama Anda dalam perjalanan menuju Mekah.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ

Labbaykallaahumma labbayka. Labbayka laa syariika laka labbayka. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulka laa syariika laka.

4. Doa Masuk Kota Mekah

اَللّٰهُمَّ هٰذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ فَحَرِّمْ لَحْمِيْ وَدَمِيْ وَشَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَاٰمِنِّيْ مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ أَوْلِيَآئِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ

Allaahumma haadza haramuka wa amnuka faharrimlahmii wadamii wasya’rii wabasyarii ‘alannar, wa aminnii min ‘adzabika yauma tab’atsu ‘ibaadaka waj’alnii min auliyaa ika wa ahli thaa’atik.

5. Doa Masuk Masjidil Haram

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَالسَّلَامَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ. اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَمَغْفِرَتِكَ وَأَدْخِلْنِيْ فِيْهَا. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى رَسُوْلِ اللهِ

Allaahumma antassalaam, waminkassalaam fahayyinaa rabbanaa bissalaam wa adkhilnal jannata daarassalaam tabaarakta wata’aalaita yaa dzaljalaali wal ikraam. Allahummaftah lii abwaaba rahmatika wamaghfiratika wa adkhilnii fiihaa. Bismillaahi walhamdulillaahi wasshalaatu wassalaamu ‘alaa rasuulillaah.

6. Doa Saat Melihat Kakbah

اَللّٰهُمَّ زِدْ هٰذَا الْبَيْتَ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَتَكْرِيْمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَّفَّهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِاعْتَمَرَهُ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَتَكْرِيْمًا وَبِرًّا

Allaahumma zid haadzal baita tasyriifan wata’dziiman watakriiman wamahaabatan wazid man syarroffahu wa karramahu mimman hajjahu awi’tamarahu tasyriifan wata’dzhiiman watakriiman wabirran.

7. Doa Saat Melintasi Maqam Ibrahim

رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوُقًا.

Rabbi adkhilnii mudkhola sidqin wa akhrijnii mukhraja sidqin waj’allii milladunka sulthaanan nasiiraa. Waqul jaa alhaqqu wazahaqal baathilu innal baathila kaana zahuuqaa

8. Doa Tawaf

Saat tawaf, Anda akan mengeliling Kakbah sebanyak tujuh putaran. Pada setiap awal putarannya, Anda diharuskan berdiri dengan menghadapkan seluruh badan atau sebagian badan atau hanya muka saja ke hadapan Hajar Aswad sembari mengangkat tangan dan membaca:

بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَر

Bismillaahi, Allaahu akbar,

serta mengecup tangan kanan kemudian Anda bisa mulai bergerak mengelilingi Kakbah berlawanan arah jarum jam.

a. Putaran Pertama

– Dari Rukun Hajar sampai Rukun Yamani

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَر ِسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُللهِ وَلآ إِلٰهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلاَّ بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Bismillaahi wallaahu akbar. Subhaanallahi walhamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Wash shalaatu wassalaamu ‘alaa rasuulillahi shallallaahu ‘alaihi wassallam.

اَللّٰهُمَّ إِيْمَانًا بِكَ وَتَصْدِيْقًا بِكِتَابِكَ وَوَفَآءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَوَالْعَافِيَةَ واْلمُعَافَاةَ الدَّآئِمَةَ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا اْلٰاخِرَةِ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ

Allaahumma iimaanan bika wa tasdiiqan bikitaabika wawafaa an bi’ahdika wattibaa’an lisunnati nabiyyika muhammadin shallallahu ‘alaihi wassalam. Allaahumma innii as alukal ‘afwa wal ‘aafiyata wal mu’aafaatad daaimata fiddiini wad dunyaa wal ‘aakhirati wal fauza bil jannati wannajaata minannaar.

– Dari Rukun Yamani sampai Rukun Hajar

Di Rukun Yamani, Anda mengangkat tangan tanpa mengecupnya sambil membaca:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَر

Bismillaahi wallaahu akbar,

sambil terus berjalan menuju Hajar Aswad dengan membaca:

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلٰاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ اْلأَبْرَارِ يَا عَزِيْزُ يَا غَفَّارُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaabannaar. Wa adkhilnal jannata ma’al abraari yaa ‘aziizu yaa ghaffaaru yaa rabbal ‘aalamiin.

b. Putaran Kedua

– Dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani

اَللّٰهُمَّ إِنَّ هٰذَا اْلبَيْتَ بَيْتُكَ وَالْحَرَمَ حَرَمُكَ وَاْلأَمْنَ أَمْنُكَ وَالْعَبْدَ عَبْدُكَ وَأَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدُكَ وَهٰذَا مَقَامُ الْعَائِذِبِكَ مِنْ النَّارِ فَحَرِّمْ لُحُوْمَنَا وَبَشَرَتَنَا عَلَى النَّارِ

Allaahumma inna haadzal baita baituka wal harama haramuka wal amna amnuka wal ‘abda ‘abduka wa anaa ‘abduka wabnu ‘abduka wa haadzaa maqaamul ‘aaidzinika minnaari faharrim luhuumanaa wa basyaratanaa ‘alannaar.

للّٰهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا اْلإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ. اَللّٰهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ. اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنِى الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Allaahumma habbib ilainal iimaana wa zayyinhu fii quluubinaa wa karrih ilainal kufra wal fusuuqa wal ‘ishyaana waj’alnaa minar raasyidiin. Allaahumma qinii ‘adzaabaka yauma tab’atsu ‘ibadaka. Allaahummar zuqnil jannata bighairi hisaab.

– Dari Rukun Yamani sampai Hajar Aswad

Doa yang dibaca ketika bertolak dari Rukun Yamani menuju Hajar Aswad adalah sama dengan doa yang dibaca ketika bertolak dari Rukun Yamani pada putaran pertama.

c. Putaran Ketiga

– Dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani

اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Allaahumma innii as’aluka minhu nabiyyuka muhammadun shallallaahu ‘alaihi wasallam, wa a’uudzubika min syarri mas ta’aadzaka minhu nabiyyuka muhammadun shallallaahu ‘alaihi wasallam.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَنَعِيْمَهَا وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ

Allaahumma innii as’alukal jannata wa na’iimahaa wa maa yuqarribunii ilaihaa min qaulin au fi’lin au ‘amalin, wa a’uudzubika minannaari wa maa yuqarribunii ilaihaa min qaulin au fi’lin au ‘amalin.

– Dari Rukun Yamani sampai Hajar Aswad

Doa di putaran ketiga ini sama dengan doa pada putaran pertama.

d. Putaran Keempat

– Dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani

أَللَّـهُمَّ اجْعَلْهُ حَجّاً مَبْرُوْراً وَسَعْياً مَشْكُوْراً وَذَنْباً مَغْفُوْراً وَعَمَلاً صاَلِحاً مَقْبُوْلاً وَتِجاَرَةً لَنْ تَبُوْرَ . ياَعاَلِمَ ماَفىِ الصُّدُوْرِ أَخْرِجْنِى ياَ أَللهُ مِنَ الظُّلُماَتِ إِلىَ النُّوْرِ

Allaahummaj ‘alhu hajjan mabruuran wa sa’yan masykururan wa dzanban maghfuuran, wa ‘amalan shaalihan maqbuulan wa tijaaratan lan tabuura. Yaa ‘aalima fish shuduuri akhrijnii yaa Allaahu minazh zhulumaati ilan nuuri.

أَللَّـهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مُوْجِباَتِ رَحْمَتِكَ وَعَزاَئِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالسَّلاَمَةِ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالفَوْزَ بِالجَنَّةِ وَالنَّجاَةَ مِنَ النَّارِ . رَبِّ قَنِّعْنِى بِماَرَزَقْتَنِى وَباَرِكْ لىِ فِيْماَ أَعْطَيْتَنِى وَاخْلُفْ عَلَيَّ كُلَّ غاَئِبَةٍ لىِ مِنْكَ بِخَيْرٍ

Allaahumma innii as aluka muujibaati rahmatika wa ‘azaa ima maghfiratika was salaamata min kulli itsmin wal ghaniimata min kulli birrin wal fauza bil jannati wan najaata minannaari. Allaahumma qanni’nii bimaa razaqtanii wa baariklii fiimaa a’thaitanii wakhluf ‘alayya kulla gha’ibatin lii minka bi khairin.

– Dari Rukun Yamani sampai Hajar Aswad

Membaca doa yang sama pada putaran sebelumnya

e. Putaran Kelima

– Dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani

اَللّٰهُمَّ إِنَّ بَيْتَكَ عَظِيْمٌ وَوَجْهَكَ كَرِيْمٌ وَأَنْتَ يَا اَللهُ حَلِيْمٌ كَرِيْمٌ عَظِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْو فَاعْفُ عَنِّيْ

Allaahumma inna baitaka ‘azhiimun wa wajhaka kariimun wa anta yaa Allaah haliimun kariimun ‘azhimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

– Dari Rukun Yamani sampai Hajar Aswad

Doa yang dibaca pada putaran kelima ini sama dengan yang dibaca pada putaran sebelumnya.

f. Putaran Keenam

– Dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani

اللّهُمَّ إِنَّ لَكَ عَلَيَّ حُقُوْقًا كَثِيْرَةً فِيْمَا بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ وَحُقُوْقًا كَثِيْرَةً فِيْمَا بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَلْـقِكَ. اللّهُمَّ مَاكَانَ لَكَ مِنْهَا فَاغْفِرْهُ لِيْ وَمَاكَانَ لِخَلْقِكَ فَتَحَمَّلْهُ عَنِّيْ وَأَغْنِنِى بِحَلاَ لِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَا عَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ يَاوَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ.

Allaahumma inna laka ‘alayya huquuqan katsiiratan fiimaa bainii wa bainaka wa huquuqan katsiiratan fiimaa bainii wa baina khalqika. Allaahumma maa kaana laka minhaa faghfirhu lii wa maa kaana li khalqika fatahammalhu ‘annii wa aghninii bi halaalika ‘an haramika wa bithaa’atika ‘an ma’shiyatika wa bi fadhlika ‘amman siwaaka yaa waasi’al maghfirati.

اَللّهُمَّ إِنَّ بَيْتَكَ عَظِيْمٌ وَوَجْهَكَ كِرَيْمٌ اَنْتَ يَااللهُ حَلِيْمٌ كَرِيْمٌ عَظِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ

Allaahumma inna baitaka ‘azhiimun wa wajhaka kariimun wa anta yaa Allaah haliimun kariimun ‘azhimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

– Dari Rukun Yamani sampai Hajar Aswad

Membaca doa yang sama dengan putaran sebelumnya

g. Putaran Ketujuh

– Dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani

اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَامِلًا وَيَقِيْنًا صَادِقًا وَرِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَتَوْبَةً مِنْ كُلِّ ذَنْبً فَاغْفِرْ لِيْ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allaahumma innii as aluka iimaanan kaamilan wa yaqiinan shaadiqan wa rizqan halaalan waa si’an wa qalban khaasyi’an wa lisaanan dzaakiran wa taubatan min kulli dzanban faghfirlii yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

– Dari Rukun Yamani sampai Hajar Aswad

Membaca doa yang sama dengan putaran sebelumnya

9. Doa Setelah Tawaf

Doa ini Anda baca di Multazam setelah menyelesaikan tawaf:

اَللّٰهُمَّ يَا رَبَّ الْبَيْتَ الْعَتِيْقِ أَعْتِقْ رِقَابَنَا وَرِقَابَ اٰبَآئِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَإِخْوَانِنَا وَأَوْلَادِنَا مِنَ النَّارِ يَاذَا اْلجُوْدِ وَالْكَرَمِ وَالْفَضْلِ وَاْلمَنِّ وَالْعَطَاءِ وَاْلإِحْسَانِ

Allaahumma yaa rabbal baital ‘atiiqi a’tiq riqaabanaa wa riqaaba aabaa inaa wa ummahaatinaa wa ikhwaaninaa wa aulaadinaa minannaari yaa dzaljuudi wal karami wal fadhli wal manni wal ‘athaa’i wal ihsaani.

اَللّٰهُمَّ أَحْسِنْ عَا قِبَتَنَا فِى اْلأُمُوْرِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ اْلاٰخِرَةِ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَاقِفٌ تَحْتَ بَابِكَ مُلْتَزِمٌ بِِأَعْتَا بِكَ مُتَذَلِّلٌ بَيْنَ يَدَيْكَ أَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَأَخْشَى عَذَابَكَ يَا قَدِيْمَ اْلإِحْسَانِ.

Allaahumma ahsin ‘aaqibatanaa fi; umuuri kullihaa wa ajirnaa min khizyid dunyaa wa ‘adzaabil aakhirati. Allaahumma innii ‘abduka wabnu ‘abdika waa qifun tahta baabika multazimun bi a’tabika mutadzallilun baina yadaika arjuu rahmataka wa akhsya ‘adzaabaka yaa qadiimal ihsaani.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ ذِكْرِيْ وَتَضَعَ وِزْرِيْ وَ تُصْلِحَ أَمْرِيْ وَتُطَهِّرَ قَلْبِيْ وَتُنَوِّرَ لِيْ فِى قَبْرِيْ وَتَغْفِرَ لِيْ ذَنْبِيْ وَأَسْأَلُكَ الدَّرَجَاتِ الْعُلَى ىفِ الْجَنَّةِ

Allaahumma innii as aluka an tarfa’a dzikrii wa tadha’a wazrii wa tushliha amrii wa tuthahhira qalbii wa tunawwira lii fi qabrii wa tagghfira lii dzanbii wa as alukad darajaatil ‘ula fil jannati.

10. Doa Setelah Salat Sunah Tawaf

Salat sunah ini paling baik dikerjakan di belakang maqam Ibrahim. Namun jika tidak memungkinkan, boleh dikerjakan di mana pun dalam Masjidilharam. Sebaiknya membaca surat pendek al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat pendek al-Ikhlas pada rakaat kedua. Setelah salam, kemudian membaca:

اَللّٰهمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلَا نِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِيْ سُؤَاِلِيْ وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِي ذُنُوْبِيْ. اَللّٰهُمَّ لآَ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ رَبِّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ إِنَّكَ أَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ

Allaahuma innaka ta’lamu sirrii wa ‘alaa niyatii faqbal ma’dziratii wa ta’lamu haajatii fa’thinii suaalii wa ta’lamu maa fii nafsii faghfirlii dzunuubi. Allaahuma laa ilaaha illaa anta subhaanaka wa bihamdika rabbi innii zhalamtu nafsii faghfirlii innaka anta khairul ghaafiriin.

اَللّٰهُمَّ لآَ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ رَبِّ إِنِّيْ ظَلَمْْتُ نَفْسِيْ فَارْحَمْنِيْ إِنَّكَ أَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ لآَ إِلٰهَ الَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ رَبِّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Allaahumma laa ilaaha illaa anta subhaanaka wa bihamdika rabbi innii zhalamtu nafsii ffarhamnii innaka anta khairur raahimiin. Allaahumma laa ilaaha illaa anta subhaanaka wa bihamdika rabbi innii zhalamtu nafsii fatub ‘alayya innaka antat tawwaaburrahiim.

11. Doa Selepas Salat Sunah di Hijir Ismail

Salat sunah ini dikerjakan setelah salat sunah tawaf sebanyak dua rakaat pula. Surat-surat pendek yang dianjurkan untuk dibaca adalah surat al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat al-Ikhlas pada rakaat kedua. Setelah salam, kemudian membaca:

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لآَ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ أَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allaahumma anta rabbi laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mas tatha’tu a’uudzubika min syarri maa shana’tu abuu ulaka bi ni’matika ‘alayya wa abuu ubidzanbii fagfirlii fa innahuu laa yaghfirudz dznuuba illaa anta.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ بِهِ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ

Allaahumma inni as aluka min khairi maa sa alaka bihi ‘ibaadukash shaalihuuna wa a’uudzubika min syarri masta’aadzaka minhu ‘ibaadukash shaalihuun.

12. Doa Sebelum Minum Air Zamzam

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أْسْأَلُكَ عِلْمً نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَآءً مِنْ كُلِّ دَآءٍ وَسَقَمٍ بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Allaahumma innii as aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan waasi’an wa syifaa an min kulli daa in wa saqamin birahmatika yaa arhamarraahimiin.

Demikian kumpulan doa selama haji dan umrah. Memang, dalam hal doa, tidak terlalu banyak perbedaan antara haji dan umroh. Semoga ibadah Anda diterima oleh Allah Swt. Jangan lupa doakan keluarga, karib kerabat, dan saudara-saudara sesama muslim lainnya agar segera menyusul Anda menunaikan ibadah haji dan umrah. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat.

Panduan dan Tata Cara Persiapan Umroh Selama di Tanah Air

Sebelum memutuskan untuk berangkat umroh, sebaiknya Anda mengetahui apa saja yang mesti dipersiapkan. Kami akan memberikan ulasan seputar panduan dan tata cara persiapan umroh untuk Anda secara lengkap.

Ibadah umrah adalah ibadah yang bersifat sunah atau tidak wajib dilakukan. Meski demikian, menunaikannya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Swt tentu saja sangat baik dan mendapatkan pahala ibadah. Pergi umrah tidak seperti berhaji yang hanya bisa dilakukan sekali dalam setahun. Ibadah ini bisa ditunaikan setiap hari.

Karena waktu yang tidak terikat itulah, ibadah umrah lebih mudah direncanakan. Anda tak perlu menunggu bertahun-tahun agar bisa berangkat menunaikannya. Cukup menentukan travel umrah terpercaya pilihan anda, maka anda bisa berangkat dengan tenang. Pun demikian, Anda wajib mempersiapkan ibadah umrah dengan sebaik-baiknya. Jika Anda berencana akan berangkat umrah, maka Anda sedang membaca artikel yang tepat.

Syarat Sah Ibadah Umroh

Artikel ini akan membahas persiapan-persiapan apa saja yang harus dilakukan selama Anda di tanah air. Persiapan yang dimaksud antara lain persiapan lahir, persiapan batin, dan persiapan menjelang keberangkatan. Namun sebelum membahas tentang semua persiapan tersebut, berikut ini adalah syarat-syarat sahnya ibadah umrah.

  1. Beragama Islam,
  2. Balig. Balig atau dewasa berarti mampu membedakan antara yang benar dan salah,
  3. Mukalaf atau berakal,
  4. Merdeka, tidak berstatus sebagai seorang budak, dan
  5. Mampu secara finansial dan fisik.

Jika Anda telah memenuhi kelima persyaratan di atas, maka kini saatnya Anda menyimak amalan-amalan yang perlu dikerjakan dalam mempersiapkan diri untuk berumrah.

Persiapan Lahiriah dalam Umroh

Persiapan lahiriah adalah semua amalan yang kasat mata yang Anda lakukan sebagai bagian dari mempersiapkan perjalanan ibadah umrah Anda. Persiapan ini meliputi:

Bertobat

Bertobatlah sebelum melakukan persiapan yang lain. Sesali segala perbuatan buruk yang telah Anda lakukan, berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut, serta ikuti perbuatan-perbuatan buruk itu dengan perbuatan baik.

Meminta izin

Mintalah izin pada orang tua Anda. Minta rida mereka atas perjalanan ibadah Anda karena rida Allah Swt. terletak pada rida orang tua.

Membayar utang

Bayarlah semua utang yang Anda miliki dan kembalikan harta yang Anda dapat dengan cara yang zalim, seperti korupsi misalnya. Dana yang Anda keluarkan untuk membiayai perjalanan ibadah umrah Anda haruslah berasal dari harta yang betul-betul halal dan bersih.

Menyiapkan nafkah yang cukup

Pastikan bahwa keluarga yang Anda tinggalkan selama pergi umrah tidak kekurangan suatu apa pun. Tinggalkan bahan makanan dan sejumlah uang yang cukup untuk digunakan hingga Anda kembali ke tanah air.

Bersedekah

Perbanyaklah bersedekah kepada orang-orang yang membutuhkan, seperti kaum duafa, fakir, miskin, serta anak-anak yatim piatu.

Cari kawan saleh

Berangkatlah bersama kawan yang saleh. Melakukan perjalanan bersama orang saleh, Anda akan banyak dibantu, diingatkan saat Anda lupa, ditegur saat Anda melakukan kesalahan, serta dimotivasi untuk selalu teguh dan sabar dalam beribadah.

Berpamitan

Sangat baik jika Anda berangkat dengan memberi kabar kepada tetangga, kerabat dekat, dan saudara lainnya. Mintalah restu mereka dan tanyakan kepada mereka apakah ada doa yang ingin dipanjatkan di tanah suci.

Persiapan Batiniah Sebelum Berangkat Umrah

Selain persiapan lahiriah yang tampak mata, persiapan batiniah juga perlu Anda lakukan. Di antaranya adalah sebagai berikut.

Berniat

Luruskan niat dan tujuan Anda. Pastikan ibadah umrah yang Anda kerjakan semata karena Allah Swt. dan mengharap rida-Nya, bukan karena Anda ingin dipandang orang lain sebagai orang yang mampu.

Meniggalkan rafas, fusuk, dan jidal

Rafas adalah perkataan kotor dan tidak berguna. Fusuk adalah perbuatan yang menyimpang dari jalan yang benar menurut agama. Sedangkan jidal adalah perbuatan berbantah-bantahan, pertengkaran, dan lain-lain. Ketiga perbuatan tersebut harus dengan sadar Anda tinggalkan sebagai bagian dari melakukan persiapan batin sebelum umrah.

Perbanyak berbuat baik

Berbuat baik yang dimaksud meliputi bicara dengan lemah lembut, bersikap rendah hati, tidak menyakiti orang lain, dan husnuzan atau berprasangka baik.

Ikhlas

Ikhlas dengan tenaga, waktu, dan biaya yang Anda keluarkan untuk menunaikan ibadah umrah ini.

Persiapan Tepat Sebelum Keberangkat Ibadah Umroh

Persiapan yang sebaiknya Anda lakukan tepat sebelum keberangkatan adalah sebagai berikut.

Salat sunah Safar

Dirikanlah salat sunah dua rakaat sebelum berangkat. Pada rakaat pertama, bacalah surat al-Fatihah disertai dengan surat al-Kafirun. Kemudian sertakan surat al-Ikhlas setelah surat al-Fatihah pada rakaat kedua.

Membaca surat-surat pendek

Diperbolehkan membaca ayat Kursi atau surat al-Quraisy masing-masing sebanyak satu kali sebelum keluar rumah. Diperbolehkan pula membaca doa-doa lain yang Anda hafal dan Anda sukai.

Berdoa

Doakanlah keluarga, karib kerabat, serta tetangga dekat yang Anda tinggalkan. Utamakan berdoa agar mereka juga dapat menunaikan ibadah umrah dalam waktu dekat seperti Anda dan doakan juga agar terkabul semua hajat yang mereka inginkan. Berdoa pulalah saat naik kendaraan.

Tuntunan dalam Berdoa Ketika Berangkat Umroh

  • Saat menaiki kendaraan, bacalah ‘bismillah’
  • Setelah duduk di dalam kendaraan, bacalah ‘alhamdulillah’ dan diteruskan dengan membaca bacaan seperti yang tertera dalam Alquran surat az-Zukhruf ayat 13 dan 14

‘Subhaanallahdzii sakhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun’,

Arti kedua ayat tersebut adalah:

“Mahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

  • Kemudian, teruskan lagi dengan membaca ‘Allaahu akbar’ sebanyak tiga kali. Atau membaca bacaan seperti yang telah diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa’I dengan sanad sahih.

Subhaanaka innii dzalamtu nafsii faghfir lii innahuu laa yaghfiru dzunuub illaa anta’.

Yang artinya:

“Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku menganiaya diriku sendiri (maka) ampuni aku karena tidak ada (yang) bisa mengampuni kecuali Engkau.”

Setelah seluruh persiapan selesai dikerjakan, kini saatnya Anda melakukan perjalanan. Di saat ini pun, ada amalan-amalan yang bisa Anda lakukan agar Anda merasa aman dalam perjalanan jauh ini.

Amalan-amalan dalam perjalanan jauh menuju umroh

Menjaga wudhu

Usahakan Anda tetap dalam keadaan suci selama dalam perjalanan. Jika batal, Anda bisa segera mengambil wudhu kembali.

Perbanyak berbuat kebaikan

Sabar dan tawakal selama dalam perjalanan adalah hal yang wajib diterapkan. Selain itu, iringi pula dengan banyak berbuat kebaikan.

Berdoa

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah pernah bersabda, yang artinya,

“Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan: doa orang yang dizalimi, doa orang yang sedang bepergian, dan doa orang tua kepada anaknya.”

Dengan kata lain, perbanyaklah berdoa ketika Anda sedang melakukan perjalanan karena di saat itulah doa Anda tidak tertolak dan akan dikabulkan.

Semua amalan yang telah dijelaskan di atas merupakan amalan penting yang tidak boleh ditinggalkan. Jika ketika umrah saja kita tak lupa membawa oleh-oleh umrah, apalagi dalam hal inti utama dalam berumrah itu sendiri, ibadah. Sempurnanya ibadah umrah Anda juga berkaitan erat dengan amalan-amalan tersebut sebab tidak mungkin Anda memperoleh mabrur dalam umrah hanya dalam waktu satu pekan di tanah suci tanpa persiapan lahir dan batin sebelum berangkat.

Semoga artikel tentang panduan dan tata cara persiapan umroh ini bermanfaat dan membantu Anda dalam mempersiapkan segala sesuatunya.

Baca Juga: Perlengkapan Untuk Persiapan Umrah yang Mesti Anda Ketahui

Selamat menunaikan ibadah umrah!