10 Macam Oleh-Oleh Umroh Terpopuler

Membawa oleh-oleh umroh atau haji, bisa dibilang telah menjadi kebiasaan di tanah air. Tak hanya untuk keluarga dan kerabat dekat, oleh-oleh juga diperuntukkan bagi sahabat dan lingkungan tempat tinggal.

Dengan kata lain, hal ini telah menjadi semacam tradisi untuk menjenguk seseorang yang pulang dari tanah suci, baik dalam rangka beribadah haji maupun umrah. Tujuannya selain untuk mendoakan agar ibadah haji atau umrah tersebut diterima oleh Allah Swt dan menjadi haji yang mabrur, juga agar para tamu mendapatkan motivasi untuk segera menyusul menunaikan ibadah mulia tersebut.

Para tamu kemudian disuguhi bermacam-macam makanan ringan khas Arab Saudi dan tentunya air zamzam. Lalu, ketika para tamu hendak pulang, tuan rumah akan menyertakan oleh-oleh bagi mereka. Ya, tradisi ini sudah wajar sekali ditemui di Indonesia. Tak ada paksaan dalam menyertakan oleh-oleh untuk para tamu. Pun tak ada pula paksaan menyertakan oleh-oleh yang wah.

Nah, artikel ini akan membahas tentang sepuluh macam oleh-oleh umrah yang sering sekali dibawa pulang oleh para jamaah asal Indonesia. Berikut daftarnya.

1. Kurma, pilihan oleh oleh umroh terpopuler

Rasanya janggal jika mengunjungi kerabat atau tetangga yang baru saja pulang dari beribadah di tanah suci namun tak terhidang kurma di mejanya. Seakan-akan kurma sudah menjadi komoditas ikutan pasca umrah atau haji. Oleh karenanya, sangat wajar jika kurma dinilai sebagai oleh-oleh umrah nomor satu paling dicari.

Alasan mengapa kurma sangat populer sebagai oleh-oleh umrah adalah karena pertama, orang Indonesia hanya dapat menikmati kurma sepuas hati pada bulan Ramadan. Di bulan ini, kurma berbagai jenis mudah ditemui terjual di banyak toko. Entah karena permintaan pasar yang menjadikan penawaran akan kurma itu tinggi atau malah sebaliknya.

Jelasnya, di luar bulan Ramadan, kurma akan sangat jarang dijumpai kecuali jika Anda mengunjungi kawasan pemukiman warga keturunan Arab. Karena itulah, momen kembalinya seseorang dari tanah suci menjadi momen kurma dapat dinikmati lagi selain di bulan puasa.

Alasan kedua adalah karena mengkonsumsi kurma merupakan sunah Nabi Muhammad Saw. yang tersebut dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari,

“Barangsiapa di pagi hari memakan tujuh butir kurma, maka ia tidak akan terkena racun dan sihir.”

Kabar baik bagi Anda yang menyukai kurma namun merasa kurma terlalu biasa untuk dijadikan oleh-oleh, kini ada variasi kurma yang unik, yaitu kurma Almond. Kurma Almond terdiri dari buah kurma yang bijinya dibuang dan diganti dengan kacang Almond. Anda dapat memberikan oleh-oleh unik ini pada keluarga Anda.

2. Air Zamzam, afdhalnya Oleh-oleh umroh

Oleh-oleh lain yang selalu diidentikkan dengan ibadah umrah adalah air zamzam. Ia wajib ada karena Anda tak dapat menemukannya di manapun jika tidak di tanah suci. Lagipula, entah kapan lagi bisa meneguk air yang sejarah kemunculan sumber mata airnya sangat fenomenal itu jika bukan dari oleh-oleh umrah.

Selain karena air zamzam merupakan air yang disebut-sebut dalam Alquran sebagai keajaiban karena mata airnya tidak akan pernah kering sampai kapan pun, air zamzam juga memiliki keutamaan dan khasiat. Di dalamnya terkandung zat-zat mineral yang sangat tinggi sehingga baik bagi kesehatan tubuh yang meminumnya.

3. Kismis, buah tangan umroh kesukaan anak-anak

Kismis adalah buah anggur yang dikeringkan yang juga lazim menjadi oleh-oleh umrah. Terdapat enam jenis yang biasa dijual sebagai buah tangan. Pertama, kismis jumbo yang berasal dari Chili atau Argentina. Ukurannya sangat besar, jauh melebihi ukuran kismis biasa. Kismis jumbo ini berwarna keemasan dan mengandung kadar antioksidan tinggi.

Kedua, kismis jumbo merah. Kismis jenis ini berukuran besar dan berwarna merah keemasan sehingga disebut kismis jumbo merah. Ia memiliki banyak kandungan mineral dan vitamin yang tubuh butuhkan, sehingga berkhasiat untuk kesehatan.

Ketiga, kismis simin. Kismis ini adalah jenis yang biasa digunakan sebagai campuran dalam masakan, seperti nasi kebuli misalnya. Keempat, kismis Turki. Seperti namanya, ia berasal dari Turki. Warnanya agak gelap dan berukuran sedang. Rasanya perpaduan antara manis dan asam sehingga biasa ditemui sebagai hiasan atau isian roti.

Kelima, kismis Iran. Kismis ini yang biasa dibeli oleh para jamaah umrah sebagai oleh-oleh. Ukurannya kecil dan berwarna keemasan. Terakhir, kismis hitam yang berasal dari Amerika. Kismis jenis ini yang biasanya digunakan sebagai topping roti dan kue kering.

Kismis rupanya juga memiliki banyak manfaat. Selain sebagai bahan campuran makanan seperti yang telah disebutkan di atas, kismis juga dapat mengobati sembelit, mencegah gejala anemia, mencegah kanker, memperlancar peredaran darah dalam tubuh, dan berfungsi sebagai antioksidan.

4. Mukena, oleh-oleh umroh untuk ibu-ibu

Bukan hanya barang yang dapat dikonsumsi saja yang pantas menjadi oleh-oleh umrah, tapi juga barang bermanfaat lain seperti mukena sebagai alat salat. Model mukena bermacam-macam dan terbuat dari berbagai bahan, di antaranya mukena spandex, katun, polyester, serta parasut. Anda dapat memilihnya sesuai dengan selera dan anggaran.

5. Sajadah, bawaan sepulang umrah yang ringkas

Jika Anda ingin memberikan oleh-oleh yang simpel dan praktis, maka sajadah adalah pilihan yang tepat. Dengan harga yang lebih terjangkau daripada mukena, sajadah dapat menghemat anggaran belanja oleh-oleh Anda. Opsi motif dan warna sajadah sangat beragam sehingga Anda tak akan kesulitan mendapatkan yang Anda inginkan.

6. Kopiah atau Peci, oleh-oleh populer walau juga tersedia di tanah air

Dalam memberikan barang sebagai oleh-oleh, ada baiknya Anda menilai sisi manfaatnya pula, sehingga oleh-oleh pemberian Anda akan bermanfaat bagi penerima. Seperti kopiah atau peci untuk laki-laki, misalnya. Kopiah atau peci ini sudah pasti akan bernilai manfaat karena sering dipakai sebagai penutup kepala saat salat. Terlebih lagi harganya sangat terjangkau.

7. Baju Khas Timur Tengah, cocok untuk sanak saudara

Biasa disebut gamis, baju khas timur tengah ini juga merupakan oleh-oleh umrah yang banyak dicari. Gamis tersedia dalam berbagai model, baik untuk pria maupun untuk wanita dan sangat cocok sebagai buah tangan untuk keluarga dan orang-orang terdekat Anda.

8. Kacang Arab, pas untuk ngemil sekeluarga

Kacang Arab jenis futsuk memiliki perpaduan rasa yang manis dan gurih serta dipercaya sangat bermanfaat bagi ibu-ibu hamil. Kacang Arab ini biasa terhidang untuk para tamu yang datang berkunjung.

Selain futsuk, ada pula kacang Almond dan kacang Arab jumbo. Kacang Almond lebih terkenal jika dibandingkan dengan kacang Arab jumbo, namun harganya lebih mahal.

9. Cokelat Arab, buah tangan kesenangan anak-anak

Rasa cokelat Arab tak kalah enak dengan cokelat kurma atau cokelat Almond, yaitu variasi olahan cokelat dengan mencelupkan buah kurma atau kacang Almond dalam cokelat leleh lalu membekukannya.

Cokelat Arab sangat cocok untuk anak-anak. Coba hidangkan cokelat ini untuk tamu Anda yang membawa anak kecil, pasti langsung habis seketika itu juga.

10. Kosmetik Arab

Kosmetik Arab berupa parfum, lipstik, celak pensil, dan lain-lain sudah mendapat tempat di hati dan meja rias para wanita dalam negeri. Maka, mengapa tak sekalian menjadikan kosmetik tersebut sebagai oleh-oleh untuk kerabat atau teman-teman wanita Anda? Mereka pasti dengan girang hati menerimanya.

Yang perlu diperhatikan dari membawa serta oleh-oleh adalah ada tidaknya ruang dalam koper atau tas Anda untuk menyimpan tambahan beban tersebut. Jika masih ada ruang yang cukup, maka tentu tak jadi masalah. Namun, jika koper Anda hanya cukup mewadahi sebanyak barang yang Anda bawa berangkat dari Indonesia, maka alangkah baiknya jika Anda tak usah memaksakan diri membawa oleh-oleh umrah.

Oleh-oleh umroh banyak tersedia di toko-toko di tanah air, baik toko online maupun toko offline. Anda dapat membelinya setelah kembali ke rumah. Memang pasti terdapat perbedaan antara membeli oleh-oleh di Mekah dengan di Indonesia. Tapi setidaknya, Anda tak harus mengalami masalah dengan beban bawaan, bukan?

Kumpulan Doa Selama Haji dan Umroh Yang Perlu Kamu Tahu

Doa adalah suatu permintaan yang bersifat baik terhadap Allah SWT, seperti memohon agar diberikan kesehatan, keselamatan, rezeki, dan keberkahan dalam menjalani hidup. Setiap muslim harus mau berdoa kepada Allah. Jika seorang muslim tidak mau berdoa, nanti bisa jatuh ke dalam kesombongan. Adanya doa, tidaklah menghilangkan keharusan seseorang berikhtiar. Justru doa dan ikhtiar, serta tawakal merupakan pasangan yang harus ada satu sama lain.

Salah satu waktu yang paling makbul ketika berdoa adalah ketika seseorang  sedang melakukan haji dan umroh. Dianjurkan untuk membaca doa selama haji dan umrah di tiap-tiap kegiatannya. Anda memang diperbolehkan melantunkan doa-doa lain semampunya. Namun alangkah baiknya jika Anda membaca doa sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Saw.

Jika Anda sedang mencari teks latin dari doa-doa tersebut, maka inilah artikel yang tepat. Karena artikel ini berisi tentang berbagai macam doa yang Anda butuhkan selama menunaikan ibadah haji dan umrah dalam bentuk teks latin. Teks doa pun sudah disesuaikan dengan literasi bahasa Indonesia agar memudahkan Anda membacanya saat diperlukan.

Adapun kegiatan-kegiatan yang dianjurkan untuk membaca doa di dalamnya antara lain adalah ketika berihram, saat masuk kota Mekah, ketika melihat Kakbah, saat melewati Hijir Ismail, saat tawaf mulai putaran pertama hingga putaran ketujuh, sebelum minum air zamzam, dan lain-lain.

Doa-doa yang dibaca selama haji dan umrah

1. Doa Ketika Sedang Ihram

اَللهُمَّ إِنِّىْ اُحَرِّمُ نَفْسِىْ مِنْ كُلِّ مَا حَرَّمْتَ عَلَى الْمُحْرِمِ فَارْحَمْنِىْ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allaahumma innii uharrimu nafsii min kulli maa harramta ‘alal muhrimi farhamnii yaa arhamarraahimiin.

2. Niat Haji dan Umrah

Jika Anda berniat menunaikan ibadah haji, bacalah:

لَبَّيْكَ اللهُمَّ حَجًّا

Labbaykallaahumma hajjan.

Sedangkan jika Anda berniat menunaikan ibadah umrah, bacalah:

لَبَّيْكَ اَللَّهُمَّ عُمْرَةً

Labbaykallaahumma ‘umratan.

3. Bacaan Talbiah

Bacaan Talbiah ini hendaklah dibaca sebanyak-banyaknya selama Anda dalam perjalanan menuju Mekah.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ

Labbaykallaahumma labbayka. Labbayka laa syariika laka labbayka. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulka laa syariika laka.

4. Doa Masuk Kota Mekah

اَللّٰهُمَّ هٰذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ فَحَرِّمْ لَحْمِيْ وَدَمِيْ وَشَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَاٰمِنِّيْ مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ أَوْلِيَآئِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ

Allaahumma haadza haramuka wa amnuka faharrimlahmii wadamii wasya’rii wabasyarii ‘alannar, wa aminnii min ‘adzabika yauma tab’atsu ‘ibaadaka waj’alnii min auliyaa ika wa ahli thaa’atik.

5. Doa Masuk Masjidil Haram

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَالسَّلَامَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ. اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَمَغْفِرَتِكَ وَأَدْخِلْنِيْ فِيْهَا. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى رَسُوْلِ اللهِ

Allaahumma antassalaam, waminkassalaam fahayyinaa rabbanaa bissalaam wa adkhilnal jannata daarassalaam tabaarakta wata’aalaita yaa dzaljalaali wal ikraam. Allahummaftah lii abwaaba rahmatika wamaghfiratika wa adkhilnii fiihaa. Bismillaahi walhamdulillaahi wasshalaatu wassalaamu ‘alaa rasuulillaah.

6. Doa Saat Melihat Kakbah

اَللّٰهُمَّ زِدْ هٰذَا الْبَيْتَ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَتَكْرِيْمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَّفَّهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِاعْتَمَرَهُ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَتَكْرِيْمًا وَبِرًّا

Allaahumma zid haadzal baita tasyriifan wata’dziiman watakriiman wamahaabatan wazid man syarroffahu wa karramahu mimman hajjahu awi’tamarahu tasyriifan wata’dzhiiman watakriiman wabirran.

7. Doa Saat Melintasi Maqam Ibrahim

رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوُقًا.

Rabbi adkhilnii mudkhola sidqin wa akhrijnii mukhraja sidqin waj’allii milladunka sulthaanan nasiiraa. Waqul jaa alhaqqu wazahaqal baathilu innal baathila kaana zahuuqaa

8. Doa Tawaf

Saat tawaf, Anda akan mengeliling Kakbah sebanyak tujuh putaran. Pada setiap awal putarannya, Anda diharuskan berdiri dengan menghadapkan seluruh badan atau sebagian badan atau hanya muka saja ke hadapan Hajar Aswad sembari mengangkat tangan dan membaca:

بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَر

Bismillaahi, Allaahu akbar,

serta mengecup tangan kanan kemudian Anda bisa mulai bergerak mengelilingi Kakbah berlawanan arah jarum jam.

a. Putaran Pertama

– Dari Rukun Hajar sampai Rukun Yamani

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَر ِسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُللهِ وَلآ إِلٰهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلاَّ بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Bismillaahi wallaahu akbar. Subhaanallahi walhamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Wash shalaatu wassalaamu ‘alaa rasuulillahi shallallaahu ‘alaihi wassallam.

اَللّٰهُمَّ إِيْمَانًا بِكَ وَتَصْدِيْقًا بِكِتَابِكَ وَوَفَآءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَوَالْعَافِيَةَ واْلمُعَافَاةَ الدَّآئِمَةَ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا اْلٰاخِرَةِ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ

Allaahumma iimaanan bika wa tasdiiqan bikitaabika wawafaa an bi’ahdika wattibaa’an lisunnati nabiyyika muhammadin shallallahu ‘alaihi wassalam. Allaahumma innii as alukal ‘afwa wal ‘aafiyata wal mu’aafaatad daaimata fiddiini wad dunyaa wal ‘aakhirati wal fauza bil jannati wannajaata minannaar.

– Dari Rukun Yamani sampai Rukun Hajar

Di Rukun Yamani, Anda mengangkat tangan tanpa mengecupnya sambil membaca:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَر

Bismillaahi wallaahu akbar,

sambil terus berjalan menuju Hajar Aswad dengan membaca:

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلٰاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ اْلأَبْرَارِ يَا عَزِيْزُ يَا غَفَّارُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaabannaar. Wa adkhilnal jannata ma’al abraari yaa ‘aziizu yaa ghaffaaru yaa rabbal ‘aalamiin.

b. Putaran Kedua

– Dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani

اَللّٰهُمَّ إِنَّ هٰذَا اْلبَيْتَ بَيْتُكَ وَالْحَرَمَ حَرَمُكَ وَاْلأَمْنَ أَمْنُكَ وَالْعَبْدَ عَبْدُكَ وَأَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدُكَ وَهٰذَا مَقَامُ الْعَائِذِبِكَ مِنْ النَّارِ فَحَرِّمْ لُحُوْمَنَا وَبَشَرَتَنَا عَلَى النَّارِ

Allaahumma inna haadzal baita baituka wal harama haramuka wal amna amnuka wal ‘abda ‘abduka wa anaa ‘abduka wabnu ‘abduka wa haadzaa maqaamul ‘aaidzinika minnaari faharrim luhuumanaa wa basyaratanaa ‘alannaar.

للّٰهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا اْلإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ. اَللّٰهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ. اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنِى الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Allaahumma habbib ilainal iimaana wa zayyinhu fii quluubinaa wa karrih ilainal kufra wal fusuuqa wal ‘ishyaana waj’alnaa minar raasyidiin. Allaahumma qinii ‘adzaabaka yauma tab’atsu ‘ibadaka. Allaahummar zuqnil jannata bighairi hisaab.

– Dari Rukun Yamani sampai Hajar Aswad

Doa yang dibaca ketika bertolak dari Rukun Yamani menuju Hajar Aswad adalah sama dengan doa yang dibaca ketika bertolak dari Rukun Yamani pada putaran pertama.

c. Putaran Ketiga

– Dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani

اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Allaahumma innii as’aluka minhu nabiyyuka muhammadun shallallaahu ‘alaihi wasallam, wa a’uudzubika min syarri mas ta’aadzaka minhu nabiyyuka muhammadun shallallaahu ‘alaihi wasallam.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَنَعِيْمَهَا وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ

Allaahumma innii as’alukal jannata wa na’iimahaa wa maa yuqarribunii ilaihaa min qaulin au fi’lin au ‘amalin, wa a’uudzubika minannaari wa maa yuqarribunii ilaihaa min qaulin au fi’lin au ‘amalin.

– Dari Rukun Yamani sampai Hajar Aswad

Doa di putaran ketiga ini sama dengan doa pada putaran pertama.

d. Putaran Keempat

– Dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani

أَللَّـهُمَّ اجْعَلْهُ حَجّاً مَبْرُوْراً وَسَعْياً مَشْكُوْراً وَذَنْباً مَغْفُوْراً وَعَمَلاً صاَلِحاً مَقْبُوْلاً وَتِجاَرَةً لَنْ تَبُوْرَ . ياَعاَلِمَ ماَفىِ الصُّدُوْرِ أَخْرِجْنِى ياَ أَللهُ مِنَ الظُّلُماَتِ إِلىَ النُّوْرِ

Allaahummaj ‘alhu hajjan mabruuran wa sa’yan masykururan wa dzanban maghfuuran, wa ‘amalan shaalihan maqbuulan wa tijaaratan lan tabuura. Yaa ‘aalima fish shuduuri akhrijnii yaa Allaahu minazh zhulumaati ilan nuuri.

أَللَّـهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مُوْجِباَتِ رَحْمَتِكَ وَعَزاَئِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالسَّلاَمَةِ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالفَوْزَ بِالجَنَّةِ وَالنَّجاَةَ مِنَ النَّارِ . رَبِّ قَنِّعْنِى بِماَرَزَقْتَنِى وَباَرِكْ لىِ فِيْماَ أَعْطَيْتَنِى وَاخْلُفْ عَلَيَّ كُلَّ غاَئِبَةٍ لىِ مِنْكَ بِخَيْرٍ

Allaahumma innii as aluka muujibaati rahmatika wa ‘azaa ima maghfiratika was salaamata min kulli itsmin wal ghaniimata min kulli birrin wal fauza bil jannati wan najaata minannaari. Allaahumma qanni’nii bimaa razaqtanii wa baariklii fiimaa a’thaitanii wakhluf ‘alayya kulla gha’ibatin lii minka bi khairin.

– Dari Rukun Yamani sampai Hajar Aswad

Membaca doa yang sama pada putaran sebelumnya

e. Putaran Kelima

– Dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani

اَللّٰهُمَّ إِنَّ بَيْتَكَ عَظِيْمٌ وَوَجْهَكَ كَرِيْمٌ وَأَنْتَ يَا اَللهُ حَلِيْمٌ كَرِيْمٌ عَظِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْو فَاعْفُ عَنِّيْ

Allaahumma inna baitaka ‘azhiimun wa wajhaka kariimun wa anta yaa Allaah haliimun kariimun ‘azhimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

– Dari Rukun Yamani sampai Hajar Aswad

Doa yang dibaca pada putaran kelima ini sama dengan yang dibaca pada putaran sebelumnya.

f. Putaran Keenam

– Dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani

اللّهُمَّ إِنَّ لَكَ عَلَيَّ حُقُوْقًا كَثِيْرَةً فِيْمَا بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ وَحُقُوْقًا كَثِيْرَةً فِيْمَا بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَلْـقِكَ. اللّهُمَّ مَاكَانَ لَكَ مِنْهَا فَاغْفِرْهُ لِيْ وَمَاكَانَ لِخَلْقِكَ فَتَحَمَّلْهُ عَنِّيْ وَأَغْنِنِى بِحَلاَ لِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَا عَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ يَاوَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ.

Allaahumma inna laka ‘alayya huquuqan katsiiratan fiimaa bainii wa bainaka wa huquuqan katsiiratan fiimaa bainii wa baina khalqika. Allaahumma maa kaana laka minhaa faghfirhu lii wa maa kaana li khalqika fatahammalhu ‘annii wa aghninii bi halaalika ‘an haramika wa bithaa’atika ‘an ma’shiyatika wa bi fadhlika ‘amman siwaaka yaa waasi’al maghfirati.

اَللّهُمَّ إِنَّ بَيْتَكَ عَظِيْمٌ وَوَجْهَكَ كِرَيْمٌ اَنْتَ يَااللهُ حَلِيْمٌ كَرِيْمٌ عَظِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ

Allaahumma inna baitaka ‘azhiimun wa wajhaka kariimun wa anta yaa Allaah haliimun kariimun ‘azhimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

– Dari Rukun Yamani sampai Hajar Aswad

Membaca doa yang sama dengan putaran sebelumnya

g. Putaran Ketujuh

– Dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani

اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَامِلًا وَيَقِيْنًا صَادِقًا وَرِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَتَوْبَةً مِنْ كُلِّ ذَنْبً فَاغْفِرْ لِيْ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allaahumma innii as aluka iimaanan kaamilan wa yaqiinan shaadiqan wa rizqan halaalan waa si’an wa qalban khaasyi’an wa lisaanan dzaakiran wa taubatan min kulli dzanban faghfirlii yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

– Dari Rukun Yamani sampai Hajar Aswad

Membaca doa yang sama dengan putaran sebelumnya

9. Doa Setelah Tawaf

Doa ini Anda baca di Multazam setelah menyelesaikan tawaf:

اَللّٰهُمَّ يَا رَبَّ الْبَيْتَ الْعَتِيْقِ أَعْتِقْ رِقَابَنَا وَرِقَابَ اٰبَآئِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَإِخْوَانِنَا وَأَوْلَادِنَا مِنَ النَّارِ يَاذَا اْلجُوْدِ وَالْكَرَمِ وَالْفَضْلِ وَاْلمَنِّ وَالْعَطَاءِ وَاْلإِحْسَانِ

Allaahumma yaa rabbal baital ‘atiiqi a’tiq riqaabanaa wa riqaaba aabaa inaa wa ummahaatinaa wa ikhwaaninaa wa aulaadinaa minannaari yaa dzaljuudi wal karami wal fadhli wal manni wal ‘athaa’i wal ihsaani.

اَللّٰهُمَّ أَحْسِنْ عَا قِبَتَنَا فِى اْلأُمُوْرِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ اْلاٰخِرَةِ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَاقِفٌ تَحْتَ بَابِكَ مُلْتَزِمٌ بِِأَعْتَا بِكَ مُتَذَلِّلٌ بَيْنَ يَدَيْكَ أَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَأَخْشَى عَذَابَكَ يَا قَدِيْمَ اْلإِحْسَانِ.

Allaahumma ahsin ‘aaqibatanaa fi; umuuri kullihaa wa ajirnaa min khizyid dunyaa wa ‘adzaabil aakhirati. Allaahumma innii ‘abduka wabnu ‘abdika waa qifun tahta baabika multazimun bi a’tabika mutadzallilun baina yadaika arjuu rahmataka wa akhsya ‘adzaabaka yaa qadiimal ihsaani.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ ذِكْرِيْ وَتَضَعَ وِزْرِيْ وَ تُصْلِحَ أَمْرِيْ وَتُطَهِّرَ قَلْبِيْ وَتُنَوِّرَ لِيْ فِى قَبْرِيْ وَتَغْفِرَ لِيْ ذَنْبِيْ وَأَسْأَلُكَ الدَّرَجَاتِ الْعُلَى ىفِ الْجَنَّةِ

Allaahumma innii as aluka an tarfa’a dzikrii wa tadha’a wazrii wa tushliha amrii wa tuthahhira qalbii wa tunawwira lii fi qabrii wa tagghfira lii dzanbii wa as alukad darajaatil ‘ula fil jannati.

10. Doa Setelah Salat Sunah Tawaf

Salat sunah ini paling baik dikerjakan di belakang maqam Ibrahim. Namun jika tidak memungkinkan, boleh dikerjakan di mana pun dalam Masjidilharam. Sebaiknya membaca surat pendek al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat pendek al-Ikhlas pada rakaat kedua. Setelah salam, kemudian membaca:

اَللّٰهمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلَا نِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِيْ سُؤَاِلِيْ وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِي ذُنُوْبِيْ. اَللّٰهُمَّ لآَ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ رَبِّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ إِنَّكَ أَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ

Allaahuma innaka ta’lamu sirrii wa ‘alaa niyatii faqbal ma’dziratii wa ta’lamu haajatii fa’thinii suaalii wa ta’lamu maa fii nafsii faghfirlii dzunuubi. Allaahuma laa ilaaha illaa anta subhaanaka wa bihamdika rabbi innii zhalamtu nafsii faghfirlii innaka anta khairul ghaafiriin.

اَللّٰهُمَّ لآَ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ رَبِّ إِنِّيْ ظَلَمْْتُ نَفْسِيْ فَارْحَمْنِيْ إِنَّكَ أَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ لآَ إِلٰهَ الَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ رَبِّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Allaahumma laa ilaaha illaa anta subhaanaka wa bihamdika rabbi innii zhalamtu nafsii ffarhamnii innaka anta khairur raahimiin. Allaahumma laa ilaaha illaa anta subhaanaka wa bihamdika rabbi innii zhalamtu nafsii fatub ‘alayya innaka antat tawwaaburrahiim.

11. Doa Selepas Salat Sunah di Hijir Ismail

Salat sunah ini dikerjakan setelah salat sunah tawaf sebanyak dua rakaat pula. Surat-surat pendek yang dianjurkan untuk dibaca adalah surat al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat al-Ikhlas pada rakaat kedua. Setelah salam, kemudian membaca:

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لآَ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ أَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allaahumma anta rabbi laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mas tatha’tu a’uudzubika min syarri maa shana’tu abuu ulaka bi ni’matika ‘alayya wa abuu ubidzanbii fagfirlii fa innahuu laa yaghfirudz dznuuba illaa anta.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ بِهِ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ

Allaahumma inni as aluka min khairi maa sa alaka bihi ‘ibaadukash shaalihuuna wa a’uudzubika min syarri masta’aadzaka minhu ‘ibaadukash shaalihuun.

12. Doa Sebelum Minum Air Zamzam

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أْسْأَلُكَ عِلْمً نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَآءً مِنْ كُلِّ دَآءٍ وَسَقَمٍ بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Allaahumma innii as aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan waasi’an wa syifaa an min kulli daa in wa saqamin birahmatika yaa arhamarraahimiin.

Demikian kumpulan doa selama haji dan umrah. Semoga ibadah Anda diterima oleh Allah Swt. Jangan lupa doakan keluarga, karib kerabat, dan saudara-saudara sesama muslim lainnya agar segera menyusul Anda menunaikan ibadah haji dan umrah. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat.